.::Selamat Datang di Situs Resmi Saifudin Madu Go::. | .::Website Personal yang berhubungan dengan Inspirasi, Edukasi dan Liputan Kegiatan::.

Kamis, 06 Maret 2014

“KHAIRUNNAS ANFA’UHUM LINNAS”


SEBAIK – BAIK MANUSIA Ternyata derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauh mana diri punya nilai manfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda “Khairunnas anfa’uhum linnas” “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaat bagi orang lain.” 

Hadits ini seakan-akan mengatakan bahwa jikalau ingin mengukur sejauh mana derajat kemuliaan akhlak kita maka ukurlah sejauh mana nilai manfaat diri ini? Istilah Emha Ainun Nadjib - tanyakanlah pada diri ini apakah kita ini manusia wajib sunat mubah makruh atau malah manusia haram? Apa itu manusia wajib? 

Manusia wajib ditandai jikalau keberadan sangat dirindukan, sangat bermanfaat, perilakunya membuat hati orang di sekitar tercuri. Tanda-tanda yang nampak dari seorang manusia wajib diantara dia seorang pemalu jarang mengganggu orang lain sehingga orang lain merasa aman darinya. Perilaku keseharian lebih banyak kebaikannya. Ucapan senantiasa terpelihara ia hemat betul kata-kata sehingga lebih banyak berbuat daripada berbicara. Sedikit kesalahan tak suka mencampuri yang bukan urusan dan sangat ni’mat kalau berbuat kebaikan. Hari-hari tak lepas dari menjaga silaturahmi sikap penuh wibawa penyabar selalu berterima kasih penyantun lemah lembut bisa menahan dan mengendalikan diri serta penuh kasih sayang.


Einstein: “don’t try to be a man of success, try to be a man of value instead”.

HR. Bukhari Muslim: "Khoirunnas Anfa 'uhum linnas", yang artinya: “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Karena sesungguhnya hidup ini, jiwa raga ini adalah milik umat bukan milik kita secara pribadi “Khairunnas anfa’uhum linnas” (Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaat bagi orang lain). Tidak sepantasnya seorang mu`min mempunyai sifat egois, karena dunia adalah tempat singgah sementara, dan kehidupan sesungguhnya nanti adalah di akheratnya, dan semoga Jannah adalah tempat kita bersemayam selamanya.

Kalau dunia yang serba menipu ini kita utamakan, maka terlalu naif bagi kita. Apa bedanya dengan mereka yang selalu membanggakan dunia, selalu menuruti hawa nafsu setan.  Mengira dunia adalah miliknya, dan tidak mempedulikan kehidupan sesungguhnya di akherat kelak. Dunia ini diberikan kepada mereka dengan mudahnya, karena emang dunia  tiada artinya, bagaikan comberan, karena itu Allah memberikan percuma saja kepada mereka, namun sekali-kali tidak akan menikmati kenikmatan surga bagi mereka yang wahn (cinta dunia dan takut mati).

Tiada kebahagian di dunia ini selain berdakwah di jalan Allah, kebahagian yang kita impikan dan diimpikan setiap orang  harus dinikmati oleh saudara-saudara kita di manapun berada maka dakwah adalah sarana untuk bersama-sama menuju surganya. Sahabat mari senantiasa setiap detik kita bagikan kebahagian ini untuk saudara-saudara kita. Semoga kita adalah sahabat bagi siapapun bukan menjadi musuh. Katakan pada hati kita ”Aku adalah sahabat setiap orang,  maka aku harus bermanfaat kepada mereka”, “Khairunnas anfa’uhum linnas”.

The Miracle Of "Rayap"

Nama Rayap tidak asing lagi di telinga kita. Bahkan kita sering jengkel dengan ciptaan Allah yang satu ini. Namun, pernahkah kita sejenak mencermati hikmah yang ada dibalik kelakuan rayap yang kerap menghantui dan meresahkan kita???

Rayap adalah binatang kecil yang biasa memakan kayu. Rayap dikenal sebagai hama yang bisa merusak rumah kita, setidaknya bahan rumah kita yang terbuat dari kayu. Kekuatan rayap sungguh luar biasa, sebuah bangunan besar bisa hancur oleh binatang kecil ini. Namun bukan hanya ini saja kekuatannya. Selain memiliki kekuatan merusak, rayap pun memiliki kekuatan membangun.

Rayap memiliki kekuatan membangun sarangnya lengkap dengan sistem Air Conditioning-nya plus tata ruang yang apik dengan ketinggian sampai 9 meter. Ini adalah suatu pencapaian luar biasa sebab tubuh rayap sendiri hanya memiliki tinggi sekitar 3 mm saja. Artinya rayap mampu membangun tempat tinggalnya sampai 3.000 kali tinggi badannya. (Amazing)

Sementara manusia, dengan berbagai peralatan dan bahan-bahan yang canggih, sampai sekarang belum mampu membangun bangunan dengan ketinggian sampai 1.000 kali tinggi badannya. Sampai saat ini bangunan tertinggi yang sudah dibuat manusia baru sampai ketinggian sekitar 1.000 meter saja.

Bagaimana rayap bisa membangun tempat tinggalnya begitu tinggi? Ada dua hikmah yang bisa kita dapatkan dari rayap:

1.  Mereka bekerja sama dalam membangun sarangnya. Tubuh kecil dan lemah bisa diatasi dengan cara bekerja sama. Bekerja sama membuat mereka memiliki kekuatan yang dahsyat baik dalam menghancurkan maupun membangun.
2.  Mereka bekerja dengan mengikuti insting, yang merupakan fitrah yang diberikan Allah kepada makhluq ini. Mereka tidak punya ilmu arsitektur. Mereka tidak memiliki ilmu dengan pengkondisian udara dan tata ruang. Mereka tidak pernah kuliah cara mengawetkan makanan. Mereka mampu, karena mereka hidup dalam fitrahnya.



Manusia yang seharusnya memiliki kemampuan yang jauh lebih dahsyat bisa kehilangan kemampuan itu karena disebabkan oleh dua hal.
1.  Yang pertama, jika seseorang sudah tidak mau lagi bekerja sama dengan saudaranya. Kesombongan dan keangkuhan mereka menghalangi untuk bekerja sama sehingga hasil yang diperoleh tidak optimal. “Saya bisa, saya hebat, dan saya mampu. Buat apa bekerja sama?” Orang yang berkata seperti ini adalah mereka yang kehilangan banyak potensi keberhasilan dalam hidupnya.
2.  Hikmah kedua, banyak manusia yang sudah jauh dari fitrahnya. Mereka hidup dengan cara sendiri. Cara yang diproduksi oleh akalnya sendiri yang sungguh lemah dan banyak kekurangannya. Padahal kita sudah punya cara hidup yang sesuai dengan fitrah manusia karena cara hidup ini dibuat oleh Pencipta kita. Cara hidup itu adalah Al Quran dan Hadits Nabi saw.




0 komentar:

Posting Komentar