.::Selamat Datang di Situs Resmi Saifudin Madu Go::. | .::Website Personal yang berhubungan dengan Inspirasi, Edukasi dan Liputan Kegiatan::.

Minggu, 18 Mei 2014

Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1435 H

Gombong (19/5/2014) 
SMK Ma’arif 2 Gombong Menggelar Peringatan Isra’ Mi'raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1435 H. Pengurus OSIS, IPNU dan IPPNU yang tergabung dalam kepanitian, telah mengusung tema "Dengan memperingati Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW".
Pada acara Isra' Mi'raj tersebut yang diselenggarakan di halaman sekolah dihadiri oleh bapak kepala sekolah, komite sekolah seluruh dewan guru beserta staf karyawan dan seluruh siswa kelas X dan XI dengan menghadirkan nara sumber Kyai Amirudin, S.Pd.I Kebonsari, Petanahan, Kebumen.
 
Sebelum acara peringatan Isro’ Mi’roj dimulai, ada beberapa penampilan diantaranya : Group Rebana “Sunan Hijau SMK Madu Go” pimpinan Ustadz Arif Rochman, S.Pd.I dengan lagu perdananya “Bismillah”. Disusul penampilan Group Hadroh Rebana dengan Shalawat Simtudduror dari santri Pondok Pesantren An-Nahdliyah SMK Ma’arif 2 Gombong. Kemudian disusul penampilan Pidato 4 (empat) bahasa oleh Pemenang Juara I lomba pidato antar kelas pada Peringatan Milad SMK Madu Go yang ke 20 kamis kemarin. Sebelum pembicara memberikan tausiyahnya terlebih dahulu diawali Tilawatil Qur’an yang dibawakan oleh Ananda Nur Faqih Imron dari kelas XI TKR 3 (Juara I Lomba Qiro’ah antar kelas)
Pada tausiyahnya Kyai Amirudin, S.Pd. menjelaskan tentang peristiwa Isra Mi'raj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang sangat dramatik dan fantastik. Dalam tempo singkat, kurang dari semalam (minal lail) tetapi Nabi berhasil menembus lapisan-lapisan spiritual yang amat jauh bahkan hingga ke puncak (Sidratil Muntaha).
Walaupun terjadi dalam sekejap, tetapi memori Rasulullah SAW berhasil menyalin pengalaman spiritual yang amat padat di sana. Kalau dikumpulkan seluruh hadits Isra Mi'raj (baik sahih maupun        tidak), maka tidak cukup sehari-semalam untuk menceritakannya. Mulai dari perjalanan horizontalnya (ke Masjidil Aqsha) sampai perjalanan vertikalnya (ke Sidratil Muntaha). Pengalaman dan pemandangan dari langit pertama hingga langit ketujuh dan sampai ke puncak Sidratil Muntaha.
Ada pertanyaan yang mengusik. Mengapa Allah SWT memperjalankan hambanya di malam hari (lailan), bukan di siang hari (naharan)? "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS al-Isra [17]: 1).
Dalam bahasa Arab kata lailah mempunyai beberapa makna. Ada makna literal berarti malam, lawan dari siang. Ada makna alegoris (majaz) seperti gelap atau kegelapan, kesunyian, keheningan, dan kesyahduan; serta ada makna anagogis (spiritual) seperti kekhusyukan (khusyu'), kepasrahan (tawakkal), kedekatan (taqarrub) kepada Allah SWT.
Dalam syair-syair klasik Arab, Beliau kyai melantunkan dalam bentuk lagu yang diiringi oleh Group Rebana Sunan Hijau SMK Madu Go menambah hangatnya pengajian di siang hari ini sehingga peserta sangat antusias untuk mengikuti acara tersebut.
Point yang dapat kita petik dari pengajian ini adalah perintah wajib shalat lima waktu, Shalat merupakan sebuah kewajiban bagi umat Islam yang telah baliq, berakal, suci, masuk waktu, dan juga perintah wajib shalat ini diistinbatkan melalui dalil Qath’i. Shalat termasuk salah satu rukun Islam, kalau dalam sebuah pekerjaan terdapat rukun yang tidak dikerjakan, maka pekerjaan tersebut batal, begitupula kalau shalat diabaikan maka Islamnya menjadi cacat.
Perjalanan  umat manusia akhir-akhir ini ada yang ganjil dengan perintah shalat, orang yang meninggalkan shalat menjadi hal biasa mereka lalai terhadap perintah Shalat. Berbagai alasan bagi mereka untuk mengabaikan shalat, mulai dari asyik internet-an, games, sibuk dengan pekerjaan, pakaian tidak suci dan alasan-alasan lainnya yang sering dijadikan sebagai alasan untuk tidak shalat. Padahal mereka mengetahui kewajiban shalat tersebut, namun enggan untuk melaksanakan.
Makna dari kewajiban yaitu sesuatu yang harus dilaksanakan, dalam kondisi apapun apabila ia meninggalkannya dengan sengaja maka ia berdosa. Bahkan orang sakit dan  musafir juga tidak luntur kewajiban Shalat. Seperti yang dijelaskan pembicara yang dinukil dalam QS. (4:103). “Inna sholata kanat alal mu’minina kitaban mauquta” sesungguhnya solat itu diwajibkan atas orang-orang mukmin dengan waktu yg telah ditentukan, sudahkah kita melaksanakan solat tanpa harus mendqodho’ nya.. 
Adik-adik yang saya cintai….seberapakah sibuk kita didunia ini sehingga mungkin saja sering telat ataupun kurang tepat waktu dalam menjalankan sholat, Allah telah menentukan waktu solat bagi kaum muslim dgn segala kemungkinanya, kita tidak perlu khawatir akan terbaginya waktu kita dengan ibadah kita justru haruslah dapat menjadikan kita lebih disiplin waktu dalam pembagian menjalankan aktifitas dan juga beribadah pada Allah SWT (Pungkas Pak Kyai).
Pada Pukul  11.45 WIB tepat, akhirnya Do’a penutup dibacakan oleh beliau Bapak Kyai Amirudin, S.Pd.I, berakhir pula Pengajian Umum dalam peringatan Isro’ Mi’roj SMK Ma’arif 2 Gombong Tahun 1435 H. Semoga acara pada hari ini dapat meningkatkan Iman dan Taqwa kita semua kepada Allah SWT, Amiin ya Rabbal’alaamin.
akhirnya teriring do'a :
الّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
 Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, dan sampaikanlah umur kami bertemu Ramadhan.”
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Kontributor : Saifudin Madu Go

0 komentar:

Posting Komentar