.::Selamat Datang di Situs Resmi Saifudin Madu Go::. | .::Website Personal yang berhubungan dengan Inspirasi, Edukasi dan Liputan Kegiatan::.

Sabtu, 12 Maret 2016

Jadi Guru, Bupati Kebumen Kompori Pelajar Jadi Wirausahawan

GOMBONG - Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad mendorong para pelajar tidak hanya bercita-cita bekerja menjadi pegawai profesional seperti dokter, guru, polisi dan PNS. Bupati yang berlatar belakang pengusaha tersebut mengompori para pelajar untuk bercita-cita sebagai seorang wirausahawan.

Hal itu disampaikan oleh Mohammad Yahya Fuad saat pencanangan program “Pejabat Mengajar” di SMA 1 Gombong, Jumat (11/3). Dalam kesempatan itu, Yahya Fuad yang juga alumnus Smansago, nama populer SMA 1 Gombong memberikan motivasi dan inspirasi kepada para pelajar.

“Kebumen saat ini menjadi juara 2 kabupaten paling miskin di Jawa Tengah. Dengan semakin banyak pengusaha, tentu semakin banyak lapangan kerja yang ciptakan, sehingga kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” ujar Mohammad Yahya Fuad.

Selama menjadi guru dadakan, Yahya Fuad menceritakan kisah pendidikannya dimulai dari SD Selokerto, SMP 1 Gombong dan SMA 1 Kebumen hingga meneruskan di Fakultas Teknik Sipil ITB Bandung dan Fakultas Ekonomi Unpad Bandung.

Saat SD, Yahya Fuad mengaku lemah dalam pelajaran seni dan olahraga. Hal itu diperbaiki sehingga saat SMP dia bagus di dua mata pelajaran itu. Namun saat SMP, meski menjadi juara umum dia mengaku sulit untuk berbicara di depan umum.

Untuk itu saat masuk SMA dia belajar berorganisasi hingga menjadi ketua OSIS SMA 1 Gombong. “Kita harus mengtahui apa yang lemah di diri kita. Kita harus tahu apa yang kita tidak tahu,” imbuh Yahya Fuad.

Lebih lanjut, Yahya Fuad berpesan kepada para pelajar agar pandai dalam memilih teman. Jika memilih teman yang baik, maka suatu saat nanti teman itu akan membantu baik dalam karir maupun usaha. Namun jika memilih teman yang salah, teman itu akan mengganggu karir termasuk dalam usaha.

“Untuk menjadi pandai tidak harus menjadi kutu buku. Waktu bermain ya main, dan saat belajar ya belajar. Jangan sampai ingin pinter namun menghambat sosialisasi dengan teman-teman,” imbuhnya menyebutkan waktu favorit belajar usai shalat subuh.

Yahya Fuad menyampaikan program pejabat mengajar tersebut, selain para pejabat yang akan mengajar, juga akan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat seperti kiai, atlet, pengusaha, profesional. Nantinya mereka akan berbagi pengalaman dan menginspirasi para pelajar untuk lebih sukses. “Harapannya para pelajar akan terinspirasi dan termotivasi,” ujarnya. (Supriyanto/ suaramerdeka.com)

Supported  by :
sponsor_____________________________________________________
Terima kasih telah berkunjung di Website Personal kami. Mohon berikan komentar Anda untuk meningkatkan kualitas berita kami.
Layanan Liputan dan Iklan di Website kami : 081327736138 

Email: saifudinmadugo@yahoo.com
sponsor2

0 komentar:

Posting Komentar