.::Selamat Datang di Situs Resmi Saifudin Madu Go::. | .::Website Personal yang berhubungan dengan Inspirasi, Edukasi dan Liputan Kegiatan::.

Minggu, 19 November 2017

Rohis SMA N 1 Gombong sumbang Musikalisasi Puisi dalam acara Seminar Napak Tilas Perang Diponegoro

GOMBONG (www.wartagombong.com) - Floriska (17), pembawa musikalisasi Puisi dengan didampingi temannya Affan Yunnas menyumbangkan kemampuannya dalam acara Seminar Napak Tilas Perang Diponegoro yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pimpinan Cabang Kebumen di Aula Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (8/11) malam.

Flo, demikian panggilan siswa yang punya nama lengkap Floriska Hanifah, merupakan siswa kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Gombong, Kabupaten Kebumen. Dia siswa yang rajin belajar puisi hingga berani tampil pada Pagelaran Acara tingkat Kabupaten itu.

Flo mengungkapkan, Puisi dengan judul "Aku Bukan Diponegoro, Aku Abdul Hamid" yang dibawakannya merupakan salah satu puisi ciptaan dari Novianto Said Dahlan. Dirinya berharap ada pesan moral dari puisi yang dibawakan yang dapat diambil baginya terlebih kepada peserta seminar.

Gadis kelahiran Kebumen, 6 Maret 2000 asal desa Pringtutul Kecamatan Rowokele Rt. 09 Rw. 01, itu mengaku lebih senang menuangkan bakatnya melalui puisi yang dibawakannya. "Alhamdulillah saya dapat membawakan puisi dihadapan orang banyak, semoga ini bermanfaat, senang deh, walau sempat gugup," tutur putri dari pasangan Bapak Ir. Edi Purwanto dan Ibu Rusmiarsih itu.

Tak sedikit peserta seminar yang memberikan applouss saat setelah usai pembacaan puisi tersebut. Keterampilan mengolah kata yang didapatnya memang sedikit banyak berasal dari ketekunannya dalam membaca buku dan mengamati kondisi di sekitarnya. Segala buku dilalap, mulai dari fiksi, psikologi, hingga pengembangan pribadi flo sendiri.

Berikut Tulisan Puisi Flo yang menuai pujian dari peserta seminar:

AKU Bukan diponegoro, AKU ABDUL HAMID
Buah Pena : Novianto Said Dahlan
Setelah akhirnya kau tertangkap,
Kau tulis itu dalam pengasingan,

Sungguh…
Bagiku kalimatmu bukanlah paradoks,
Hanya kesahajaan dalam insyaf kemuliaan.
Engkau yang bangsawan,

Dalam ragam seorang pangeran,
Bukan itu yang kau pilih,
Mengasah batin melawan batil.

Ratu Ageng nenek moyangku,
Syech Taftajani ulamamu,
Idolamu…. kyaimu,
Al-Qur’an suci salinanmu,
Fathul Qorib kitab kuningmu,
Wirid jadi lakumu,

Muslimin thoriqoh saudara setia perjuanganmu.
Semua hanya untuk satu kata:
KEMULIAAN.
Mulia lahirmu, mulia batinmu,
Mulia perjuanganmu, mulia namamu.

Itu semua, karena engkau sadar,
Untuk menjadi negarawan sejati,
Membutuhkan kesadaran,
Sadar kehambaan dari Yang Maha Mulia,

Karena engkau
ABDUL HAMID DIPONEGORO
~Floriska Hanifah_2017

0 komentar:

Posting Komentar